filosofi makanan khas jawa_riniahnita
FILOSOFI MAKANAN KHAS JAWA
Di jawa mempunyai berbagai makanan khas dan makanan tersebut mempunyai makna dan filosofi tersendiri. Makanan khas tersebut bisa kita nikmati setiap saat ataupun dalam suatu acara tertentu. Misalnya dalam acara pada bulan Muharram atau lebaran idul fitri. Diantara makanan tersebut yaitu
A. Ketupat
Ketupat memiliki filosofi kuat bagi masyarakat di Jawa. Bentuk ketupat ini dilambangkan sebagai kiblat papat limo pancer.Maksudnya adalah sebagai keseimbangan alam dalam empat arah mata angin utama, timur, selatan, barat, dan utara. Meskipun memiliki empat arah, namun hanya ada satu kiblat. Dalam filosofi Jawa, Ketupat atau kupat berati ngaku lepat dan laku Papat.Ngaku lepat artinya mengakui kesalahan. Dengan adanya tradisi sungkeman yang menjadi implementasi mengakui kesalahan. Sedangkan makna dari laku papat yaitu
a. Lebaran
Lebaran mempunyai arti usai, menandakan berakhirnya waktu puasa. Berasal dari kata lebar yang artinya pintu ampunan telah terbuka lebar.
b. Luberan mempunyai makna meluber atau melimpah. Sebagai simbol ajaran bersedekah untuk kaum miskin. Mengeluaran zakat fitrah menjelang lebaran menjadi hal yang wajib dilakukan umat Islam, selain itu juga menjadi wujud kepedulian kepada sesama manusia.
c. Leburan
mempunyai makna habis dan melebur.Maksudnya adalah pada saat lebaran, dosa dan kesalahan kita akan dilebur karena setiap umat Islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.
d. Laburan
Berasal dari kata labur atau kapur.Kapur adalah zat yang biasa digunakan untuk penjernih air atau pemutih dinding. Mempunyai arti supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batin satu sama lain.
Filosofiketupat:
1. Mencerminkan beragam kesalahan manusia.Hal ini bisa terlihat dari rumitnya bungkusan ketupat.
2.Kesucianhati. Setelah ketupat dibuka, maka akan terlihat nasi putih dan hal ini mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah memohon ampunan dari segala kesalahan.
3.Mencerminkan kesempurnaan Bentuk ketupat begitu sempurna dan hal ini dihubungkan dengan kemenangan umat Islam setelah sebulan lamanya berpuasa dan akhirnya merayakan Idul Fitri.
4. Karena ketupat biasanya dihidangkan dengan lauk yang bersantan, maka dalam pantun Jawa pun ada yang bilang “KUPA SANTEN“, Kulo Lepat Nyuwun Ngapunten
B. Lontong
menurut orang Jawa filosofi lontong yaitu “olo e dadi kotong” atau dalam bahasa Indonesianya, kejelekannya sudah tidak ada atau hilang. Filosofi ini erat kaitannya dengan bulan Ramadhan. Selama di bulan suci itu umat islam akan dilebur dosa-dosanya setelah sebulan berpuasa. Hingga akhirnya kembali suci dan fitrah, sehingga dijuluki dengan “olo e dadi kotong”.Meskipun tak harus dimakan setelah bulan puasa, lontong bisa dinikmati kapan saja. Tetapi jangan lupa, jika lontong tersebut adalah representasi dari dosa yang telah dihilangkan. Jadi, mudah-mudahan bisa jadi pengingat yang baik agar kita selalu bertaubat agar terampuni semua dosa-dosa.
C. Lepet “Elek e Disimpen Sing Rapet”
Lepet adalah jajanan yang terbuat dari beras ketan yang bagian dalamnya biasanya terdapat kacang merahnya. Lepet bisa dibungkus dengan daun pisang atau bisa dengan janur muda. Sama seperti lontong, lepet juga punya filosofinya sendiri, yakni “elek e disimpen sing rapet” atau bisa diartikan kejelekannya sendiri disimpan rapat-rapat. Kejelekan adalah aib yang sebisa mungkin jangan pernah diumbar. Zaman sekarang ini yang semuanya serba terbalik, orang-orang bangga dengan kejelekannya. Ketika mengunyah ketan dan kacangnya yang lembut, lepet akan terus menerus mengingatkan agar selalu bisa menjaga kejelekan sendiri.
D. Lemper “yen dialem memper”
Lemper adalah jajanan primadona yang selalu ada dalam setiap acara besar. Mulai dari khitanan, resepsi nikah, sampai bungkusan pengajian. Rasanya khas indonesia, gurih dan sedikit manis. Lemper terbuat dari ketan yang di dalam nya terdapat isiannya, mulai abon sampai daging ayam. Penyajiannya biasanya menggunakan daun pisang muda yang warnanya hijau terang. Lemper juga punya filosofi yang sangat bagus, yaitu“yen dilem atimu ojo memper” yang artinya ketika dipuji maka hatimu jangan sombong atau berbangga diri.. Pujian tidak menjadi suatu pelajaran justru menumbuhkan rasa kebanggaan yang berlebihan. Merasa sombong dan menganggap orang lain tidak ada apa-apanya. Lemper memang kue sederhana dan mudah dibuat serta banyak yang menyukai.
E. Apem Afwun
Apem sangat sering dijumpai dalam acara-acara tradisional dan biasanya jadi salah satu pengisi kotak-kota kue yang dihidangkan. Makanan ini seikit mirip surabi namun bentuknya lebih bulat serta padat. Rasanya manis dan kadang ditambahkan beberapa buah-buahan seperti nangka agar lebih enak dan wangi. Cara membuatnya dengan menuangkan adonan apem ke semacam cetakan ya ng berisi bulat an-bulatan. Hal ini menyebabkan apem putih bagian atasnya namun agak hitam dan crispy d i bawah.Apem adalah jajanan yang mungkin sudah dibuat beratus tahun lalu. Apem sendiri mengandung arti “Afw un” dalam bahasa Arab yang bisa diartikan sebagai maaf. Jadi, dulu orang-orang tua sengaja memberi tetangga mereka apem ini dengan tujuan meminta maaf. Makanya apem rasany a manis karena mengandung arti manisnya kata-kata maaf itu sendiri.
F. Kolak
Kolak simbol mengingatkan kematian dan anjuran meminta maaf. Saat ngabuburit paling pas diburu untuk dinikmati setelah adzan magrib. Kolak biasanya terdiri dari umbi-umbian, mulai dari singkong sampai ketela. Kadang juga ditambah kacang hijau, labu dan buah manis seperti nangka atau pisang. Satu lagi bahan yang juga tidak boleh ketinggalan ketika membuat kolak yakni santan. Setelah bahan tercampur maka tinggal ditambahkan gula atau gula merah. Sama seperti makanan yang lain, makanan ini juga mengandung filosofi bahkan dua arti sekaligus. Kolak biasanya terdiri dari umbi-umbian pendam yang bahasa Jawanya disebut “polo pendem”. Hal ini mengingat kan kita kalau pada akhirnya setiap manusia akan dipendam. Coba lihatlah perjalanan santan. Rasanya gurih, kalau dicampur ke makanan akan menjadi lezat makanan tersebut. Kita kurrang menyadari bagaimana proses dari kelapa menjadi santan. Sungguh ia mengalami perjalanan yang sangat panjang. Santan atau biasanya disebut santen mengandung arti “sing salah nyuwunngapunten” yang artinya adalah siapa pun yang bersalah haruslah meminta maaf. Selain amal, maaf adalah hal yang kita butuhkan saat mati. Ketika seseorang ikhlas memaafkan kita, maka kematian pun akan jauh lebih tenang. Seperti sudah tidak ada beban lagi, lebih-lebih ketika menjalani kehidupan setelah kematian
Di jawa mempunyai berbagai makanan khas dan makanan tersebut mempunyai makna dan filosofi tersendiri. Makanan khas tersebut bisa kita nikmati setiap saat ataupun dalam suatu acara tertentu. Misalnya dalam acara pada bulan Muharram atau lebaran idul fitri. Diantara makanan tersebut yaitu
A. Ketupat
Ketupat memiliki filosofi kuat bagi masyarakat di Jawa. Bentuk ketupat ini dilambangkan sebagai kiblat papat limo pancer.Maksudnya adalah sebagai keseimbangan alam dalam empat arah mata angin utama, timur, selatan, barat, dan utara. Meskipun memiliki empat arah, namun hanya ada satu kiblat. Dalam filosofi Jawa, Ketupat atau kupat berati ngaku lepat dan laku Papat.Ngaku lepat artinya mengakui kesalahan. Dengan adanya tradisi sungkeman yang menjadi implementasi mengakui kesalahan. Sedangkan makna dari laku papat yaitu
a. Lebaran
Lebaran mempunyai arti usai, menandakan berakhirnya waktu puasa. Berasal dari kata lebar yang artinya pintu ampunan telah terbuka lebar.
b. Luberan mempunyai makna meluber atau melimpah. Sebagai simbol ajaran bersedekah untuk kaum miskin. Mengeluaran zakat fitrah menjelang lebaran menjadi hal yang wajib dilakukan umat Islam, selain itu juga menjadi wujud kepedulian kepada sesama manusia.
c. Leburan
mempunyai makna habis dan melebur.Maksudnya adalah pada saat lebaran, dosa dan kesalahan kita akan dilebur karena setiap umat Islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.
d. Laburan
Berasal dari kata labur atau kapur.Kapur adalah zat yang biasa digunakan untuk penjernih air atau pemutih dinding. Mempunyai arti supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batin satu sama lain.
Filosofiketupat:
1. Mencerminkan beragam kesalahan manusia.Hal ini bisa terlihat dari rumitnya bungkusan ketupat.
2.Kesucianhati. Setelah ketupat dibuka, maka akan terlihat nasi putih dan hal ini mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah memohon ampunan dari segala kesalahan.
3.Mencerminkan kesempurnaan Bentuk ketupat begitu sempurna dan hal ini dihubungkan dengan kemenangan umat Islam setelah sebulan lamanya berpuasa dan akhirnya merayakan Idul Fitri.
4. Karena ketupat biasanya dihidangkan dengan lauk yang bersantan, maka dalam pantun Jawa pun ada yang bilang “KUPA SANTEN“, Kulo Lepat Nyuwun Ngapunten
B. Lontong
menurut orang Jawa filosofi lontong yaitu “olo e dadi kotong” atau dalam bahasa Indonesianya, kejelekannya sudah tidak ada atau hilang. Filosofi ini erat kaitannya dengan bulan Ramadhan. Selama di bulan suci itu umat islam akan dilebur dosa-dosanya setelah sebulan berpuasa. Hingga akhirnya kembali suci dan fitrah, sehingga dijuluki dengan “olo e dadi kotong”.Meskipun tak harus dimakan setelah bulan puasa, lontong bisa dinikmati kapan saja. Tetapi jangan lupa, jika lontong tersebut adalah representasi dari dosa yang telah dihilangkan. Jadi, mudah-mudahan bisa jadi pengingat yang baik agar kita selalu bertaubat agar terampuni semua dosa-dosa.
C. Lepet “Elek e Disimpen Sing Rapet”
Lepet adalah jajanan yang terbuat dari beras ketan yang bagian dalamnya biasanya terdapat kacang merahnya. Lepet bisa dibungkus dengan daun pisang atau bisa dengan janur muda. Sama seperti lontong, lepet juga punya filosofinya sendiri, yakni “elek e disimpen sing rapet” atau bisa diartikan kejelekannya sendiri disimpan rapat-rapat. Kejelekan adalah aib yang sebisa mungkin jangan pernah diumbar. Zaman sekarang ini yang semuanya serba terbalik, orang-orang bangga dengan kejelekannya. Ketika mengunyah ketan dan kacangnya yang lembut, lepet akan terus menerus mengingatkan agar selalu bisa menjaga kejelekan sendiri.
D. Lemper “yen dialem memper”
Lemper adalah jajanan primadona yang selalu ada dalam setiap acara besar. Mulai dari khitanan, resepsi nikah, sampai bungkusan pengajian. Rasanya khas indonesia, gurih dan sedikit manis. Lemper terbuat dari ketan yang di dalam nya terdapat isiannya, mulai abon sampai daging ayam. Penyajiannya biasanya menggunakan daun pisang muda yang warnanya hijau terang. Lemper juga punya filosofi yang sangat bagus, yaitu“yen dilem atimu ojo memper” yang artinya ketika dipuji maka hatimu jangan sombong atau berbangga diri.. Pujian tidak menjadi suatu pelajaran justru menumbuhkan rasa kebanggaan yang berlebihan. Merasa sombong dan menganggap orang lain tidak ada apa-apanya. Lemper memang kue sederhana dan mudah dibuat serta banyak yang menyukai.
E. Apem Afwun
Apem sangat sering dijumpai dalam acara-acara tradisional dan biasanya jadi salah satu pengisi kotak-kota kue yang dihidangkan. Makanan ini seikit mirip surabi namun bentuknya lebih bulat serta padat. Rasanya manis dan kadang ditambahkan beberapa buah-buahan seperti nangka agar lebih enak dan wangi. Cara membuatnya dengan menuangkan adonan apem ke semacam cetakan ya ng berisi bulat an-bulatan. Hal ini menyebabkan apem putih bagian atasnya namun agak hitam dan crispy d i bawah.Apem adalah jajanan yang mungkin sudah dibuat beratus tahun lalu. Apem sendiri mengandung arti “Afw un” dalam bahasa Arab yang bisa diartikan sebagai maaf. Jadi, dulu orang-orang tua sengaja memberi tetangga mereka apem ini dengan tujuan meminta maaf. Makanya apem rasany a manis karena mengandung arti manisnya kata-kata maaf itu sendiri.
F. Kolak
Kolak simbol mengingatkan kematian dan anjuran meminta maaf. Saat ngabuburit paling pas diburu untuk dinikmati setelah adzan magrib. Kolak biasanya terdiri dari umbi-umbian, mulai dari singkong sampai ketela. Kadang juga ditambah kacang hijau, labu dan buah manis seperti nangka atau pisang. Satu lagi bahan yang juga tidak boleh ketinggalan ketika membuat kolak yakni santan. Setelah bahan tercampur maka tinggal ditambahkan gula atau gula merah. Sama seperti makanan yang lain, makanan ini juga mengandung filosofi bahkan dua arti sekaligus. Kolak biasanya terdiri dari umbi-umbian pendam yang bahasa Jawanya disebut “polo pendem”. Hal ini mengingat kan kita kalau pada akhirnya setiap manusia akan dipendam. Coba lihatlah perjalanan santan. Rasanya gurih, kalau dicampur ke makanan akan menjadi lezat makanan tersebut. Kita kurrang menyadari bagaimana proses dari kelapa menjadi santan. Sungguh ia mengalami perjalanan yang sangat panjang. Santan atau biasanya disebut santen mengandung arti “sing salah nyuwunngapunten” yang artinya adalah siapa pun yang bersalah haruslah meminta maaf. Selain amal, maaf adalah hal yang kita butuhkan saat mati. Ketika seseorang ikhlas memaafkan kita, maka kematian pun akan jauh lebih tenang. Seperti sudah tidak ada beban lagi, lebih-lebih ketika menjalani kehidupan setelah kematian
Mantap bisa tauk apa aja makanan jawa dan ada filosofinya emmmmm pegen nyobainnn
BalasHapus